Detail Cantuman Kembali
analisa penjadwalan pembangunan blok FBB (fore bulbous bow) kapal X menggunakan metode PDM (precedence diagramming methode)
Galangan kapal berperan langsung terhadap perkembangan transportasi laut yang ada di Indonesia. Perencanaan penjadwalan proyek yang matang akan mendukung pencapaian target produksi, baik secara kuantitas maupun kualitas. Penjadwalan pekerjaan harus disusun dengan metode yang efektif dan efisien. Dalam menentukan penjadwalan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti jumlah manpower, tingkat kesulitan pekerjaan, fasilitas produksi, dan ketersediaan material. Penelitian ini bertujuan untuk pengoptimalan perencanaan waktu pada pengerjaan blok kapal X (penjadwalan ulang) dengan berdasarkan berbagai faktor keterlambatan untuk mendapat waktu tercepat pada pekerjaan proses produksi. Penelitian ini akan berfokus pada penjadwalan blok FBB Kapal X dari tahapan proses fabrikasi hingga assembly dan dianalisa menggunakan metode PDM (Precedence Diagramming Methode). Hasil analisis proyek pembangunan block FBB-C mengalami kemunduran pekerjaan menjadi 169 hari pada aktual pengerjaan, atau mundur sekitar 9 hari dari jadwal perencanaan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor permasalahan proyek yang terjadi. Hasil dari percepatan penjadwalan ulang menggunakan metode PDM yaitu selama 154 hari. Dalam hal ini berarti penjadwalan ulang menggunakan metode PDM dinilai efisien dan efektif. Lintasan kritis yang harus diperhatikan pada pembangunan block FBB-C adalah 5 aktivitas. Hasil dari percepatan kegiatan kritis pada metode PDM dengan alternatif penambahan tenaga kerja dinilai lebih efisien, dimana dari durasi aktual sebesar 62 hari mampu dipercepat 17 hari menjadi 45 hari. Penjadwalan ulang dengan metode PDM memiliki hasil durasi waktu lebih cepat dibandingan dengan perencanaan dan aktual, yaitu selama 154 hari. Hal ini berarti hasil penjadwalan PDM memiliki selisih 6 hari dari jadwal rencana dan 15 hari dari jadwal aktual. Dan dihasilkan faktor terbesar penyebab permasalahan adalah 26,31% faktor keterlambatan material, 22,8% faktor peralatan atau fasilitas produksi yang mengalami trobel atau sedang maintenance, dan juga 19,29% faktor revisi gambar kerja yang masih sering terjadi pada masa produksi berlangsung.
621.25.24 Akh a
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2025
Surabaya
x, 54 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







